Jumat, 31 Desember 2010

Tahun Baru 2011


Bagiku, perayaan yang “kelihatannya” megah dan ramai ini biasa saja, sama halnya dengan hari-hari lain dalam hidupku selain 2 hari raya agamaku “ISLAM” yaitu idul fitri dan idul adha. Tahun baru, seperti tahun-tahun sebelumnya tak ada yang spesial, tak ada keramaian tak ada kelebay-an dalam merayakannya karena memang lingkungan tempatku tinggal saat ini cenderung memilih untuk tidak berlebih-lebihan dalam merayakannya (alhamdulillah).
Ya, seperti tahun-tahun sebelumnya, cukup menonton tivi, lalu menunggu keriuhan terompet yang bersahut-sahutan di luar sana yang menandakan pergantian tahun, lalu berbondong-bondong naik ke lantai 2 kosan alias tempat menjemur pakaian untuk melihat keindahan langit ciptaan Tuhanku “ALLAH” yang dihiasi oleh berbagai kembang api dari 4 penjuru mata angin yang tak mengalahkan keindahan bintang-bintang di atas sana (namun, besok bintang ada gak ya..??mendung masih menutupi) yang dengan royal dibeli oleh mereka yang berlebihan rejeki.
Terimakasih ya ALLAH, terimakasih ya TUHAN atas lingkungan yang mendukungku untuk tidak berlebihan merayakan pergantian tahun setiap tahunnya. Lebih baik ngerjain tugas kuliah yang menumpuk dan mengejar-ngejar karena lariku lambat. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jumat, 31 Desember 2010

Tahun Baru 2011


Bagiku, perayaan yang “kelihatannya” megah dan ramai ini biasa saja, sama halnya dengan hari-hari lain dalam hidupku selain 2 hari raya agamaku “ISLAM” yaitu idul fitri dan idul adha. Tahun baru, seperti tahun-tahun sebelumnya tak ada yang spesial, tak ada keramaian tak ada kelebay-an dalam merayakannya karena memang lingkungan tempatku tinggal saat ini cenderung memilih untuk tidak berlebih-lebihan dalam merayakannya (alhamdulillah).
Ya, seperti tahun-tahun sebelumnya, cukup menonton tivi, lalu menunggu keriuhan terompet yang bersahut-sahutan di luar sana yang menandakan pergantian tahun, lalu berbondong-bondong naik ke lantai 2 kosan alias tempat menjemur pakaian untuk melihat keindahan langit ciptaan Tuhanku “ALLAH” yang dihiasi oleh berbagai kembang api dari 4 penjuru mata angin yang tak mengalahkan keindahan bintang-bintang di atas sana (namun, besok bintang ada gak ya..??mendung masih menutupi) yang dengan royal dibeli oleh mereka yang berlebihan rejeki.
Terimakasih ya ALLAH, terimakasih ya TUHAN atas lingkungan yang mendukungku untuk tidak berlebihan merayakan pergantian tahun setiap tahunnya. Lebih baik ngerjain tugas kuliah yang menumpuk dan mengejar-ngejar karena lariku lambat. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IkLan Again